Detik-Detik Terakhir

Gambar diatas udah pasti bisa mewakili kondisi saya saat ini.. kurang lebih ada 3 pilihan yang harus segera dipilih secepatnya di detik-detik akhir kelulusan. Kenapa seperti itu? karena pilihan-pilihan tersebut akan berpengaruh pada semua aspek kehidupan yang saya lalui.. Minggu kemarin sempet pulang ke Bogor untuk sharing sama orang tua tentang pilihan-pilihan tersebut, orang tua sih cuma bisa bilang “Kembali sama Allah, karena yang menguasai semua rencana adalah Dia, tinggal kamu bismillah setiap melangkah”. Sedikit tenang sih klo udah inget sama wejangan orang tua itu, tapi tetep aja hidup itu kadang berkata lain dengan apa yang ada dipikiran kita. Maka dari itu saya akan coba uraikan satu persatu..

1. Jadi Pengusaha
Siapa yang enggak kenal Matt Mullenweg, pria kelahiran Amerika 24 tahun silam ini adalah contoh mahasiswa Drop Out yang sukses bisnis di bidang Information Technology. Dia bersama teman-temannya mendirikan software blog terbesar didunia saat itu wordpress.org. Kini diusianya yang masih muda, ia bekerja dan hidup dari perusahaannya tersebut. Sungguh selaku mahasiswa IT saya sangat tersinggung, tersinggung dalam arti termotivasi untuk bisa mengembangkan sebuah product yang bisa berguna bagi orang banyak.

Tentunya pilihan menjadi pengusaha pun menjadi pilihan yang belum lumrah di Indonesia, pengusaha masih dianggap sulit berkembang dan perlu modal yang banyak, belum lagi mitos pengusaha yang jatuh bangun, sehingga sulit sekali mendapatkan partner yang sebanding dalam mengembangkan bisnis. Tapi itu bukan masalah bagi saya, kini saya sedang mengembangkan sebuah software berbasis akuntansi yang dapat digunakan diperusahaan-perusahaan barang dan jasa yang bisa berguna untuk mendapatkan report dari proses bisnis yang detail.Tapi bagaimana dengan Partnernya? itu dia, bisnis masih dianggap rendahan oleh sebagian orang, padahal jika dikelola dan dibangun secara baik akan sangat potensial.

2. Kerja dan KerjaKerja disebuah perusahaan baik negeri atau swasta sebenarnya adalah idaman para pencari kerja di Indonesia. Memang enak sih, tiap bulan dapet gaji 2 – 3 juta untuk fresh graduate. Dan untuk lulusan dengan jurusan Informatika seperti saya, nasib seorang pekerja Informatika adalah seperti gambar diatas, yaitu menjadi programer. Apalagi mohon maaf bukannya saya sombong, nilai mata kuliah dan pengalaman saya lebih banyak dibidang practice pemrograman, jadi sudah dipastikan kalau saya melamar kerja pasti akan ditempatkan sebagai programmer yang harus dari jam 8 sampai jam 5 sore melototin komputer untuk bikin aplikasi yang aneh-aneh permintaan pak BOS.


Dan saya tidak suka itu, jujur jiwa saya itu lebih senang untuk berhubungan dengan orang banyak diluar sana, sharing knowledge, berelasi dan kerjasama. Trus saya salah jurusan? ohh tentu tidak, walaupun jiwa saya marketing, tapi komputer saya anggap sebagai skill yang sangat bermanfaat. Buktinya dengan jago komputer saya bisa mengembangkan market saya menjadi lebih luas. Tapi mau sampe kapan? Bapak saya bilang gini “Bapak udah 20 tahun kerja, tetep aja seperti ini, kasian kamu nak, sayang potensi kamu”. Sementara saya adalah anak pertama dari 2 adik perempuan saya, tentunya menjadi tanggung jawab saya kelak.


3. Kuliah? Cari Beasiswa ya nakItu dia sesuai judulnya, Bapak bilang kalau mau kuliah lagi silahkan cari beasiswa :). Itu memotivasi saya untuk bisa mendapatkan beasiswa di Universitas dalam atau luar negeri. Tapi gimana ceritanya? hehehe bisa dibilang Toefl pas – pasan, saya lebih suka speaking, matematika dan ilmu pengetahuan lain juga enggak hebat-hebat bgt. Jadi kalau mau dapet beasiswa harus bersaing sama orang-orang yang memang dilahirinkan sebagai manusia genius haha.. Tapi saya yakin saya pasti bisa bersaing.

Nah, untuk lanjut kuliah dari D3 memang rada susah cari extention yang pas dan cocok. Rencana sih mau ambil beasiswa D4 Animasi di ITB, tapi juga tertarik untuk cari diluar negeri. yaa itu dia..  kadang galau untuk lanjut kuliah. Tapi apalah arti sebuah gelar kalau gelar itu enggak kita pake untuk memajukan bangsa ini, malah memajukan orang asing karena kita kerja disana.
Jadi apa boleh buat, sekarang ktia jalani semuanya. dan patuh pada 3B. Yaitu : Berusaha, Berdoa, dan Berpasrah, semoga.



Ikhsan Ramadhan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Powered By WordPress. A Magnetic theme by Devfloat