Ketika Kita Menjadi Cahaya

Oleh :
Ahmad Ikhsan Ramadhan
Franie Galela Maharani

Ketika sinar rembulan ditutupi malam
Engkau hadir menyelimuti gelap canda semalam
Engkau berikan cahaya dari senyummu yang mengelana kejiwa
Merasuk hingga kerusuk
Menekan kedalam kalbu
Tertusuk keheningan jalan
Engkau jiwa yang selalu ada dikhayalku
Meraungi gelisah cinta

Cinta yang menggema didada
CInta yang terhempas diraga
Cinta yang terhenti dihati

Terbatas oleh sebuah kisah
Yang terselimuti oleh jiwa yang lain
Cinta itu tak lagi terjaga

Aku tau maksudmu
Maksud dimana memang sulit
Sulit untukku membuka ini
Membuka cinta ini

Cinta itu tak harus kau buka
Cinta itu ada disenyummu
Seyum yang menggulita ketika aku termenung
Aku tak butuh ragamu
Aku hanya butuh kasihmu
Sulit untukku memiliki ragamu
Harus kau lepaskan semua belenggu jiwa yang lain

Cintaku akan terpancar dijiwamu
Biarkan anganku yang akan menggenggammu
Biarkan jiwa kita yang akan berjalan
Biarkan waktu yang akan memberi jawaban

Sampai kapan?
Kau biarkan jiwa ini menggembala diujung jalan senja
Penuh pengharapan yang terus aku gerus didalam jiwa
Jangan kau menangis
Biarkan aku menghadapi realita cinta

Kau bagaikan bintang yang terangi malamku yang tak bersinar
Kau bagaikan sebuah hujan yang turun ditengah gurun pasir yang kelam
Walaupun dingin, yakinkan aku buatmu hangat
Pelukmu membuatku hangat malam ini
Terangmu pun menghangatkanku

Ikhsan Ramadhan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Powered By WordPress. A Magnetic theme by Devfloat