Who is She?

Belakangan ini banyak rekan-rekan saya yang mulai melangsungkan pernikahan, terutama wanita, karena mereka lebih cepat untuk dilamar dan become a wife. Secara tidak langsung semua hal itu berpengaruh pada lingkungan pergaulan, teman-teman yang biasanya pacaran tidak serius, kini mulai menunjukkan keseriusannya dengan melamar pacarnya, ada lagi dari sebagian teman saya yang mulai menulis di akun Facebooknya dengan status “Maried”, “Engaged” dan tak kalah status di Blackberry menggunakan icon Love dan Inisial pacarnya. Memang diusia seumur saya diangka 25 kebawah ini adalah masa produktif yang dimana seseorang memasuki fase dewasa dan mulai memikirkan masa depannya.
Pertanyaannya adalah, Who is She? mungkin itulah pertanyaan dari diri saya sendiri, sudah saatnya memikirkan siapa yang tepat untuk mendampingi hidup saya kelak, mungkin seorang wanita biasa dari kalangan pekerja, mungkin seorang akademisi yang memiliki visi pendidikan yang cerah, mungkin juga seorang wanita dari kalangan bangsawan, mungkin juga seorang wanita solehah dari sebuah desa kecil dipesantren salafi, bisa juga seorang wanita tangguh, taff, dan punya jiwa petualang, atau mungkin sahabat saya yang selama ini jadi teman saya, atau bahkan lebih gilanya lagi dia yang selama ini tidak disangka-sangka dan jauh entah dari negeri mana.
Dulu memang saya salah satu orang yang rada tidak percaya sama yang namanya jodoh, jujur aja. Waktu kenal seorang wanita, saya ingin sekali menikah dengan dia, bagaimana pun caranya, yang penting saya terus bersama dia dan menjaga hubungan sepanjang waktu. Intinya dulu saya berfikir kalau jodoh itu ada pada kendali kita masing-masing, maklumlah dulu zaman jahiliah. Tapi sekarang saya baru sadar, ternyata jodoh itu sudah diatur, hampir saya lupa kalau jodoh itu sudah ada dan ditetapkan semenjak kita dalam kandungan. Jodoh disini banyak, namun yang saya maksud adalah pendamping hidup.
Sekarang tinggal kitanya, mau jodoh yang baik? maka berbuat baiklah dari sekarang. Mau jodoh yang jelek? silahkan berbuat kejelekan, bayangkan kalau kamu sedang sujud ditengah malam dalam sholat tahajud, jodoh kamu pun melakukan hal yang sama untuk saling berdoa kalian berdua dipertemukan. Karena Allah itu adil, semua sudah tertera kok didalam Al-Quran, bahwa orang baik akan mendapatkan jodoh yang baik pula, begitu pun sebaiknya.

Enggak selamanya juga loh yang pacaran bertahun-tahun akan berujung pada pernikahan, jadi keputusan nikah jangan asal-asalan harus dipertimbangkan, bisa aja jodoh kalian itu bukan pacar kalian, mumpung belum nyesel, karena kalau alesan kalian enggak bisa tinggalin pacar kalian itu karena udah deket sama keluarga, udah deket sampai semua diberi, itu semua sebenernya bisa dihapus dan dibangun kembali. Karena cinta dan sayang itu bukan diukur dari lamanya kalian bersama, tapi dari kualitas kebersamaan kalian selama ini. 

Memang sih, saya sendiri punya keinginan untuk bisa menikah dengan seseorang, seseorang yang amat saya hormati, seseorang yang amat saya inginkan untuk menjadi Ibu dari anak-anak kami kelak, Ibu yang mengajarkan semua hal tentang dunia & akhirat kepada anak-anak dirumah selagi saya bekerja, seorang Ibu yang kerap mendoakan keluarga kami untuk selalu dalam lindungan Allah, dan seorang istri yang menemani hidup saya ketika sulit, merintis dan sukses dalam usaha, tanpa melihat apapun kelebihan saya namun mencintai kekurangan saya.
Itu hanya sebuah ungkapan seorang manusia yang menginginkan kesempurnaan hidup, sesungguhnya tuhanlah yang lebih tahu siapa orang yang lebih tepat untuk mendampingi hidupmu nanti, tapi jangan lupa Allah tidak akan merubah nasib suatu kaum sampai mereka berusaha merubahnya, jadi jangan hanya menunggu jodoh, try to find her, be the best and pray to ur god 🙂
writer : Ikhsan Ramadhan

Ikhsan Ramadhan

2 thoughts on “Who is She?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Powered By WordPress. A Magnetic theme by Devfloat