Surat Kecil Untuk Tulang Rusukku..

Dear tulang rusukku..
Teringat ketika aku diciptakan kedunia, kepada tuhan aku bertanya “Tuhan untuk apakah aku diciptakan kedunia?” Tuhan menjawab “Untuk Beribadah”, dengan gelisah aku pun bertanya lagi “Lalu siapakah yang menemaniku ketika beribadah didunia kelak?” Tuhan menjawab “Aku telah ciptakan seorang wanita dari tulang rusukmu agar kamu bahagia”.
 Semenjak dialog singkat dengan Tuhan itu, aku terus berusaha bertanya kepada malaikat tentang siapa wanita yang dipersiapkan Tuhan itu, agar ketika didunia aku bisa langsung bertemu dengannya, malaikat pun berkata “Kalian dipisahkan untuk sementara waktu, agar kalian bisa membuktikan bahwa kalian pantas untuk bersatu, maka percayalah, pria baik akan bersama wanita baik, pria buruk akan bersama wanita buruk, dan tulang rusuk tak akan pernah tertukar”.
Mendengar pernyataan malaikat diatas mulai saat itu aku pun berniat tidak pernah menanyakan hal tersebut hingga aku dewasa. Perjalanan demi perjalanan aku lalui sendiri, sempat ada bunga asmara yang menggelora dalam jiwa, ketika jiwa itu sangat membutuhkan sentuhan dan dekapan sang dewi cinta. Entah kenapa, seakan menjadi belenggu yang tak terpecahkan ketika aku menerima sari-sarinya. Jiwa-jiwaku sering patah, patah berserakan tanpa relief yang jelas.
Sempat dalam sholatku, aku bertanya lagi kepada Tuhan, “Tuhan, mengapa engkau membiarkan aku dalam gelapnya lorong jiwa? Kenapa engkau tidak berikan saja tulang rusukku agar aku bahagia sesuai janjimu dahulu?” Tuhan menjawab dengan mudahnya “Ia (wanita) sedang aku persiapkan, sedang aku didik, sedang aku tempa, sedang aku latih untuk menjadi seorang Ibu yang kuat, yang penyayang, yang pintar, yang sholehah untuk anak-anakmu, kamu dan keluargamu kelak”, untuk kedua kalinya aku terdiam.
Roda kehidupan berjalan semakin deras, sejenak aku melupakan pertanyaan-pertanyaanku kepada Tuhan, dan ku isi dengan hanya berserah diri atas segala yang terjadi setelah aku berusaha. Kini jari-jari roda mengarah kebawah, menandakan dimulainya perjuanganku dari bawah untuk mencapai kesuksesan, sedikit demi sedikit pintunya terbuka dan roda bisa aku putar lebih deras. Aku hanya butuh satu, yaitu sebuah roda lagi, agar aku bisa gabungkan dengan rodaku dan menjadikan langkahnya semakin cepat dengan putaran dan keseimbangan yang hamonis.
Namun yang terjadi tidak sesuai dengan keinginan, banyak roda yang mau dan akan menemaniku, namun terkadang ia rapuh ditengah jalan, kadang berbeda arah ketika bersama, kadang berbeda kecepatan saat melangkah, kadang malah menghambat rodaku bahkan ada roda yang berani berbelok arah dariku. Sungguh sangat sulit menemukan roda yang cocok untuk menemani perjalanan hidupku. Ketika itu serasa langkah ini tertatih tanpa arah yang tegas dan tujuan yang jelas.
Setiap malam aku berdoa kepada Tuhan, disampaikan oleh bintang-bintang yang saat itu bersinar kian terang, “Tuhan hamba berserah diri dari apa yang telah engkau tetapkan, hamba hanya bisa berusaha, berdoa dan bertawakal, mengenai siapa wanita yang akan menemaniku, aku serahkan semua padamu, mohon maaf atas pertanyaan-pertanyaan yang selama ini seharusnya tidak pantas aku pertanyakan sebagai seorang hamba”. Mulai malam itu aku kuat, aku berusaha untuk tetap berjalan walaupun dengan satu tumpuan roda, aku yakin tuhan telah persiapkan seseorang untuk bersama-sama membuat kendaraan dunia dan akhirat.
Kini, aku hanya berharap, engkau datang diwaktu yang tepat, disaat aku sangat menginginkanmu, disaat semua urusanku sedang berjalan, disaat usahaku sedang dirintis, disaat aku mengumpulkan bekal ilmu untuk hidup lebih lama denganmu, sehingga kamu tahu, bagaimana susahnya, sulitnya berada disumbu roda paling bawah, dan kita merangkak naik bersama untuk mencapai kesempurnaan. Dimanapun kamu, siapapun kamu, yakinlah setelah menulis surat ini aku akan memilihmu, jagalah pilihanku, tetaplah bersamaku dan jalani hidup bersama. Dan jika aku telah memilih, yakinlah bahwa engkau adalah tulang rusukku.
Wahai tulang rusukku, tanpa kusadari, dari dirimu kudapatkan arti cinta sejati, setiap detik denganmu, dari dirimu kudapatkan, belaian hati suci cinta, bersamamu kurasa bahagia, senyumanmu membuatku meraja, percayalah ku takkan siakan dirimu, yang kuinginkan hanyalah engkau, bersamamu adalah hal yang terindah dan ku inginkan lebih dan yang ku inginkan seutuhnya, mencintaimu adalah hal yang terbaik aku cinta kamu. Sungguh engkaulah jawaban dari janji Tuhan saat aku diturunkan kedunia, sungguh engkaulah doa dari malaikat yang selalu mengiringi langkahku, engkaulah roda penyeimbang untuk kendaraanku, tetaplah bersamaku apapun yang terjadi didepan sana, karena kau tulang rusukku.
Writer: Ikhsan Ramadhan

Ikhsan Ramadhan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Powered By WordPress. A Magnetic theme by Devfloat