On My Desk

Ketika aku mulai membenahi beberapa peralatan dimeja kerja
Sebuah lagu terus berkumandang, menandakan bahwa aku harus lagi termenung
diatas meja kerja
Bersama lagu ini.

Hentakannya menyadarkanku pada sebuah kenyataan
Yang bisa saja terjadi, tanpa melihat siapapun dirinya
Dirinya yang sudah aku perjuangkan beberapa lama ini
Namun tak mungkin

Terlalu banyak hal yang menjadi pertimbangan didalam kehidupan
Mungkin juga kami belum saling memandang istimewa atau biasa saja
Terlalu banyak yang singgah dalam fikiran dan jiwa
Entah itu menyangkut tentang dirinya ataupun diriku

Entah sampai kapan lagu ini bernyanyi
Nada-nada patahnya seharusnya mengerti bagaimana derasnya cinta
Yang selama ini menjadi hasrat tak terelakan
Yang juga sempat bahagia, walaupun hanya satu bait

Hai kamu,
Mungkinkah merasakan apa yang aku rasakan
Atau terasa satu bait saja?
Mungkinkah kita sama-sama menulis puisi bersama tentang kita

Lagu itu melantun begitu kencang hingga terasa keluar jiwanya
“When I was your man” dengan lirihnya
When Im your man, begitu lirihku menentangnya
Saking tak inginnya terjadi pada meja kerja ini

Kelima kalinya lagu itu berputar
Sepertinya akan berhenti
Dia sadar, bahwa tak ada gunanya menertawakanku dengan lirih sendunya
Karena perasaannya akan tetap seperti diawal aku bekerja dimeja ini

Writer : 
Ikhsan Ramadhan

Ikhsan Ramadhan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Powered By WordPress. A Magnetic theme by Devfloat