Ketika Media Sudah Tidak Independen


Menggelikan memang, dahulu televisi merupakan sarana hiburan dan pendidikan bagi masyarakat. Ingat ketika kecil banyak sekali program anak-anak Indonesia yang sangat bermanfaat, dari Si Unyil, Keluarga Cemara sampai Si Doel Anak Sekolah. Semua acara dikemas memang murni untuk hiburan dan pendidikan masyarakat. Namun belakangan, program acara di televisi sudah banyak campur tangan dari kepentingan si Pemilik. Entah itu si Pemilik ingin kampanye partai politik secara terang-terangan atau pura-pura membuat sebuah gerakan nasional yang ujung-ujungnya jadi politik juga.
Televisi memang membawa dampak besar bagi arus informasi secara video, tulisan dan suara. Maka dari itu banyak video-video singkat yang tayang di televisi dan ternyata terselip pesan politik si Pemilik di dalamnya. Sebut saja Harry Tanoe yang memiliki kerajaan MNC Group, kini banyak membuat video-video politiknya di semua tv miliknya, belum lagi ada acara kuis yang jelas-jelas merupakan propaganda politik dengan pasangan duetnya Wiranto dalam W-I-N-H-T, tak kalah juga kerajaan Aburizal Bakrie yang merajai Viva News membuat video-video kunjungannya ke daerah dalam rangka turun ke masyarakat.
Memang sebenarnya tidak ada yang melarang, namun harusnya ada pembatasan konten kampanye dari BAWASLU (Badan Pengawas Pemilu) tentang iklan televisi dan konten media yang mengatur persentase tampilnya para calon ini di televisi, jangan terlalu ketauan kampanye. Karena menurut saya yang namanya kampanye pasti hanya akan menampilkan sisi baik saja, prestasi dan kemajuan, jarang ada yang jujur akan kegagalannya. Ini akan berdampak buruk bagi arus informasi yang diterima masyarakat, ketika media tidak lagi berpihak kepada masyarakat namun kepada sang pemilik.
Akan bahaya jika salah satu pemilik media menjadi presiden, pasti isinya akan tentang kemajuan, kebaikan, dan prestasi pemerintah. Bahkan yang buruk pun akan diambil sisi baiknya, akhirnya masyarakat akan terhipnotis tentang prestasi pemerintah, sementara yang buruknya ditutupi bahkan tidak diperbaiki. Semua pemberitaan akan berupa pencitraan, apalagi di tahun-tahun politik seperti sekarang, semua acara berbau politik. Sebenarnya kasihan masyarakat kita, miskin informasi yang berbobot dan independen.
Writer : Ikhsan Ramadhan 

Ikhsan Ramadhan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Powered By WordPress. A Magnetic theme by Devfloat