Putih atau Abu-abu?

Daftar Partai Yang Mengikuti Pemilu 2014

Tahun Pemilu, ya bisa dikatakan tahun ini merupakan tahun yang panas, bisa diartikan dengan berbagai macam arti panas. Bisa berarti memang suhu yang memanas akibat pembakaran lahan di Riau yang mengakibatkan udara yang memburuk, bisa juga panas akibat perdebatan menghilangnya pesawat MAS MH 370, atau bahkan panasnya istri Fathonah yang buka hijab? haha memang pemberitaan di negara ini seperti kehabisan headline setiap harinya, yang penting heboh dan banyak diminati, sudah tidak lagi memperhatikan kualitas dari sebuah berita.
Salah satu panas yang dimaksud adalah pertarungan yang sengit di perebutan kursi legislatif yang akan berlangsung 9 April nanti, Putih atau Abu-abu? begitulah makna kiasan wajah partai politik saat ini. Bagaikan warna Putih melambangkan kebersihan, kesucian sedangkan Abu-abu melambangkan warna yang misterius, pudar bahkan menjurus kepada kemunafikan. Saya yakin masyarakat sudah bisa menilai partai mana yang warnanya putih dan abu-abu, partai mana yang mengatasnamakan rakyat, agama, demokrasi, perjuangan, pembangunan, buruh, bahkan ada yang lebih halus yaitu mengatasnamakan hati nurani rakyat.
Mudah kok membedakan mana partai yang mendekati putih dan mana partai yang abu-abu, karena sejatinya tidak ada partai yang putih bersih, karena pasti ada oknum partai yang kurang baik. Caranya yaitu :

1. Lihat rekam jejak partai selama 5 tahun kebelakang, apakah banyak terlibat korupsi, bagaimana peran mereka di pemerintahan, bagaimana sikap mereka dalam mendukung semua kebijakan pro rakyat, atau partai mana yang cuma bisa cari muka.
2. Lihat ketua umum partai siapa, karena secara tidak langsung ideologi partai tercermin dari tindak tanduk sang ketua umum, kalau ketua umumnya korupsi apa kabar bawahannya, kalau ketua umumnya punya istri banyak apa kabar bawahannya, kalau ketua umum sombong, pintar bersilat lidah apa lagi bawahannya.
3. Lihat calegnya siapa, cari tahu latarbelakang pendidikannya, rekam jejaknya dimasyarakat seperti apa, tutup kuping jika mereka berjanji, namun buka mata jika mereka beraksi.
4. Lihat partai yang pura-pura peduli rakyat hanya ketika menjelang pemilu, atau caleg yang tiba-tiba baik ketika mau pemilu saja, yang seperti itu hanya mau jabatannya saja
5. Lihat partai yang mengatasnamakan sesuatu, apakah prilaku mereka sudah sesuai dengan apa yang mereka atasnamakan, contoh : partai agama, masa partai agama korupsi, masa partai agama main perempuan, atau contohnya : partai demokrasi, masa partai demokrasi tidak menerima kritik masyarakat, masa partai demoktrasi tidak melihat kesejahteraan rakyat.
So, saya jadi ingat kata-kata Wakil Gubernur DKI Ahok, “Pilihlah Caleg/pemimpin baik, dengan kalian golput berarti kalian memberi kesempatan bagi Caleg yang Buruk untuk masuk ke Parlemen”.
Writer : Ikhsan Ramadhan

Ikhsan Ramadhan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Powered By WordPress. A Magnetic theme by Devfloat