Tragedi Bis Terpaksa

Kaca bis pecah

Ada yang berbeda dari perjalanan Bogor – Bandung saya minggu kemarin, suasananya lumayan mencekam dan merupakan kejadian yang tidak akan saya lupakan, kenapa? yuk ikuti kehebohannya. haha
Sudah sejak 2009 saya melakukan perjalanan pulang pergi Bogor – Bandung dan Bandung – Bogor, jadi sudah sekitar 5 tahun saya beranjak dari Kota Bogor menuju Kota Bandung untuk menuntut ilmu dan karir. Kalau masalah kendaraan paling nyaman itu naik bis, selain harganya murah, nyaman dan cepat. Hanya kita harus jeli melihat bis yang mana yang kita naiki dalam perjalanan ini, ada beberapa bis yang beroperasi untuk rute Bogor-Bandung, diantaranya : MGI, Gagak Rimang, dan Bela Utama. Kalau dari Bandung – Bogor hanya ada bis MGI dan ini armada yang terbaik menurut saya. 
MGI punya armada yang bagus, nyaman, manajemennya bagus, berhenti di rest area yang lengkap dan banyak bonus seperti air minum, tempat duduk antar bangku tidak terlalu sempit, AC bagus.
Gagak Riang? coret, bisnya angkatan jaman babe gue alias jadul, saat hujan bocor, saat panas ACnya mati. Sopirnya? jangan ditanya nembak semua, tidak berseragam dan hampir tidak bisa dibedakan mana sopir mana kenek. Selanjutnya Bela Utama, ini armada yang lumayan bagus, kenapa lumayan? dari sisi kendaraan bagus tapi dari sisi manajemen kurang, contohnya mereka berhenti di rest area yang fasilitasnya kurang, sopirnya pun ugal-ugalan.
Ngomong-ngomong ugal-ugalan tragedi Bis terpaksa kemarin itu lumayan menegangkan,  saya terpaksa naik Bela Utama karena terburu-buru ada meeting di Bandung, padahal saya cari MGI dan dia ada dibarisan belakang.

Kejadiannya bermula saat saya sedang asik-asik terlelap didalam bis, tiba-tiba kaca samping kanan pecah, dan berhamburan kedalam, sontak saya berdiri dan melindungi diri dengan tas. Ternyata bis menyenggol truk yang ada disebalah kanan, maksud sopir mau menyalip truk yang berjalan lamban didepannya, sang sopir pun menyalip lewat bahu kiri, ternyata naas dibahu kiri ada truk yang sedang mogok, sang sopir pun berusaha mengembalikan kendaraan kejalur kanan. Sayangnya jalanan menanjak dan bis tidak kembali ke lajur kanan dengan sempurna karena dilajur kanan sudah ada truk yang tadi disusul sehingga membentur bagian belakang bis.

Ada korban terluka, penumpang laki-laki yang duduk dibawah kaca yang pecah, namun sang sopir bukannya berhenti melihat efek dari kejadian itu untuk membersihkan puing-puing kaca dan korban, malah tancap gas dan menuju bandung, katanya takut ditangkap polisi. Ini membuktikan sopir bis tidak responsible terhadap kecelakaan yang terjadi, hal ini merupakan wajah dari manajemen sumber daya manusia di perusahaan bis ini yang kurang baik.

Ikhsan Ramadhan

One thought on “Tragedi Bis Terpaksa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Powered By WordPress. A Magnetic theme by Devfloat